Panggung Teater Sebagai Strategi Pengembangan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.64277/qwfv3439Keywords:
bahasa ekspresif, anak usia dini, panggung teater, strategi pembelajaranAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran panggung teater sebagai strategi pengembangan bahasa ekspresif anak usia dini. Bahasa ekspresif merupakan kemampuan anak untuk mengungkapkan ide, perasaan, dan kebutuhan melalui bahasa verbal maupun nonverbal, yang sangat penting bagi perkembangan komunikasi dan sosial mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek lima anak usia 4–6 tahun di Sanggar Ananda Jakarta Selatan, serta melibatkan pelatih teater sebagai informan. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis dengan teknik Miles & Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan teater dengan metode tujuh si (konsentrasi, imajinasi, ekspresi, intonasi, artikulasi, improvisasi, eksplorasi) mampu menstimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak secara bertahap sesuai usianya. Anak berusia 4 tahun masih membutuhkan pendampingan, sementara anak usia 5 tahun mulai mampu berekspresi lebih baik, dan anak usia 6 tahun menunjukkan penguasaan dialog, intonasi, serta gerak tubuh yang lebih matang. Kegiatan teater tidak hanya meningkatkan keterampilan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta keterampilan sosial anak. Dengan demikian, panggung teater terbukti menjadi strategi efektif dalam mendukung pengembangan bahasa ekspresif anak usia dini.
References
Alim Amri, N. (2017). Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Kemampuan Komunikasi (Bahasa Ekspresif) Anak Taman Kanak-Kanak Raudhatul Athfal Alauddin Makassar. PEMBELAJAR : Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran, 1(2), 105–107.
Etnawati, S. (2022). Implementasi Teori Vygotsky Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan, 22(2), 130–138. https://doi.org/10.52850/jpn.v22i2.3824
Gulnoza, A. (2025). The History of The Origin of Pedagogy and The Role of Theater in The Educational Process of Students. European International Journal of Pedagogics, 5(1), 115–120. https://doi.org/10.55640/eijp-05-01-26
Kunduri, K., Purnamasari, I., & Muhtarom, M. (2022). Pengembangan Media Panggung Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak TK. Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, 16(2), 221–231. https://doi.org/10.26877/mpp.v16i2.13208
Küresel, S., Göstergesİ, R., Politik, F., Eren, B., Keleş, Ö., Keleġ, Ö., Etk, I. N. A., Karaka, H., Do, A., Sarikaya, R., Brugger, B. P., Ankara-, R. K., Geliştirilmesi, E.-Ö., Ö, C. E.-, Sayhan, H., Sayhan, S., Demirbas, C. O., Belİrlenmesİ, F. D., عامر, د. و. م., … Gladrow, W.-. (2014).
Mu’min, S. A. (2013). Teori Pengembangan Kognitif Jian Piaget. Jurnal AL-Ta’dib, 6(1), 89–99. https://ejournal.iainkendari.ac.id
Munawaroh, I. (2021). Pengembangan Bahasa Ekspresif DiKelompok Bermain Al-Chusna Loram Kulon Jati Kudus TahunPelajaran 2020/2021. 7–25.
Rahmi, P. (2021). PROSES BELAJAR ANAK USIA 0 SAMPAI 12 TAHUN
BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERKEMBANGANNYA. Bunayya : Jurnal
Pendidikan Anak, 7, 152. https://doi.org/10.22373/bunayya.v7i1.9295
Sulistyawati, R., & Amelia, Z. (2021). Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Media Big Book. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 2(2), 67. https://doi.org/10.36722/jaudhi.v2i2.582
Susanto, H. (2016). Membangun Budaya Literasi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Menghadapi Era MEA. JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 1(1), 12. https://doi.org/10.26737/jp-bsi.v1i1.70
Walyani, E., Diana, D., & Setiawan, D. (2022). Upaya Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Melalui Permainan Panggung Cerita. Jurnal Pendidikan, 31(1), 53–62. https://doi.org/10.32585/jp.v31i1.2045