Analisis Kebijakan Pendidikan Terhadap Penerapan Sistem Domisili Pada Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Bogor (Studi Implementasi SPMB 2025)

Authors

  • Syairul Bahar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Author
  • Rizky Dwi Arista Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Author
  • Zaharah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.64277/semnas.v3i1.316

Keywords:

Kebijakan Pendidikan, SPMB 2025, Sistem Domisili, Pemerataan Akses Pendidikan

Abstract

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 merupakan kebijakan baru yang menggantikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan pendekatan berbasis domisili untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Sebagai kebijakan yang baru diterapkan, implementasinya di daerah dengan karakteristik geografis dan demografis yang beragam seperti Kabupaten Bogor memerlukan kajian empiris. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan SPMB 2025 jalur domisili pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bogor serta implikasinya terhadap pemerataan akses pendidikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian terhadap implementasi awal SPMB 2025 berbasis domisili di Kabupaten Bogor yang memiliki karakteristik wilayah perkotaan dan pedesaan yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Kabupaten Bogor, kepala sekolah, panitia SPMB, serta orang tua calon peserta didik pada SMAN 2 Cibinong, SMAN 1 Tajurhalang, dan SMAN 1 Rumpin. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SPMB 2025 berbasis domisili secara umum telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memberikan kemudahan akses pendidikan secara geografis bagi peserta didik. Namun, pemerataan akses pendidikan belum sepenuhnya tercapai akibat ketimpangan daya tampung, perbedaan karakteristik wilayah, serta persebaran sekolah menengah atas negeri yang belum merata. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan penerimaan murid berbasis domisili tidak hanya ditentukan oleh kejelasan regulasi, tetapi juga memerlukan pemerataan sarana pendidikan dan penguatan tata kelola implementasi di tingkat daerah.

References

Abdoellah, A., & Rusfiana, Y. (2016). Teori dan analisis kebijakan publik. Alfabeta.

Danin, B. (2024). Teori-teori governancy dan kebijakan publik kontemporer. BRIN.

Kumara, A. R. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Universitas Ahmad Dahlan.

Marwiyah, S. (2022). Kebijakan publik. Universitas Panca Marga Probolinggo.

Ibrahim, I., Setyaningsih, K., & Nursa'diah, D. (2024). Evaluasi penerimaan peserta didik baru sistem zonasi. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 549–563.

Ismira, R. T. (2024). Analisis penerimaan peserta didik baru berbasis zonasi di Indonesia. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 10(1), 1–12.

Kristian, I. (2023). Kebijakan publik dan tantangan implementasi di Indonesia. Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial, 21(2), 88–98.

Muhammad Octavian Qhuraydillah, M. O., Yuwono, T., & Anwar, L. K. (2025). Kebijakan zonasi dalam pemenuhan hak pendidikan warga negara (Studi kasus sistem zonasi SMA Negeri 1 dan 3 Semarang). Journal of Politic and Government Studies, 14(1), 1–15.

Winarti, N., Rahmi, K., & Charin, R. O. P. (2023). Harapan pemerataan menghadirkan kesenjangan: Analisis dampak kebijakan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Tanjungpinang. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 49(2), 211–224. https://doi.org/10.33701/jipwp.v49i2.3579

Romdona, S., Junista, S. S., & Gultom, A. (2025). Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan kuesioner. JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, 3(1), 1–10.

Sulistyosari, Y., Wardana, A., & Dewi, S. I. A. (2023). School zoning and equal education access in Indonesia. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 12(2), 839–847. https://doi.org/10.11591/ijere.v12i2.22488

Pradewi, G. I., & Rukiyati. (2019). Kebijakan sistem zonasi dalam perspektif pendidikan. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 4(1), 28–34.

Yulianti, R., & Astuti, P. (2023). Studi evaluasi dampak kebijakan zonasi terhadap peserta didik baru tingkat SMA di Kecamatan Purwokerto Timur tahun ajaran 2022/2023. Departement of Political and Government Studies, Universitas Diponegoro.

Ramadhania, R., & Suwitri, S. (2025). Implementasi kebijakan jalur domisili pada sistem penerimaan murid baru sekolah menengah pertama di SMPN 143 Jakarta Utara [Skripsi, Universitas Diponegoro]. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro.

Downloads

Published

2026-07-07

How to Cite

Analisis Kebijakan Pendidikan Terhadap Penerapan Sistem Domisili Pada Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Bogor (Studi Implementasi SPMB 2025). (2026). Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 3(1), 602-608. https://doi.org/10.64277/semnas.v3i1.316