Inovasi Bahan Ajar Perkuliahan Berdasarkan Analisis Kebutuhan Belajar Mahasiswa PGMI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.64277/semnas.v3i1.318Keywords:
Bahan Ajar, Inovasi, Kebutuhan BelajarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan belajar mahasiswa sebagai dasar pengembangan inovasi bahan ajar dalam pembelajaran di PGMI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa. Instrumen penelitian mencakup aspek kesulitan belajar (memahami konsep, aktivitas pembelajaran, dan penerapan materi), preferensi belajar, serta motivasi dan sikap belajar. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi kecenderungan kebutuhan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesulitan belajar mahsiswa tergolong tinggi (69%), dengan kesulitan terbesar pada pemahaman konsep (72%), diikuti penerapan materi (70%), dan aktivitas pembelajaran (66%). Mahasiswa mengalami hambatan dalam memahami materi yang bersifat abstrak, kurangnya aktivitas praktik, serta kesulitan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, preferensi belajar mahasiswa sangat tinggi (82%), menunjukkan kecenderungan pada penggunaan media visual, video, praktik langsung, kerja kelompok, dan permainan edukatif. Motivasi dan sikap belajar mahasiswa juga tergolong baik (76%), namun masih ditemukan kecenderungan mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan belajar. Berdasarkan temuan tersebut, inovasi bahan ajar perlu dirancang secara kontekstual, visual-interaktif, dan berbasis aktivitas untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan siswa, serta kemampuan penerapan materi. Penelitian ini memberikan implikasi bagi dosen dalam mengembangkan bahan ajar inovatif yang adaptif terhadap karakteristik dan kebutuhan belajar mahsiswa.
References
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268.
Dewey, J. (1938). Experience and education. New York, NY: Macmillan.
Dweck, C. S. (2006). Mindset: The new psychology of success. New York, NY: Random House.
Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235–266.
Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). New York, NY: Cambridge University Press.
Piaget, J. (1970). Science of education and the psychology of the child. New York, NY: Orion Press.
Prince, M. (2004). Does active learning work? A review of the research. Journal of Engineering Education, 93(3), 223–231.
Sweller, J. (1988). Cognitive load during problem solving: Effects on learning. Cognitive Science, 12(2), 257–285.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.