Discovery Learning sebagai Pendekatan Alternatif untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis dan Self-Efficacy Siswa SMP
DOI:
https://doi.org/10.64277/semnas.v3i1.327Keywords:
Discovery Learning, Kemampuan Representasi Matematis, Pembelajaran Matematika, self efficacyAbstract
Kemampuan representasi merupakan komponen penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir pada siswa. Dalam pembelajaran matematika siswa perlu mengaitkan materi yang dipelajari serta merepresentasikannya ke dalam berbagai cara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan representasi matematis dan self efficacy siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain nonequivalent control group design. Penelitian dilaksanakan disalah satu SMPN di Tangerang Selatan dengan subjek seluruh siswa kelas 8 di SMP tersebut yang terdiri dari 11 kelas. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik cluster rendom sampling, sehingga terpilih kelas 8.3 sebagai eksperimen yang diajarkan menggunakan model Discovery Learning dan kelas 8.2 sebagai kelas kontrol yang diajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan representasi matematis dan angket self efficacy. Kemampuan representasi matematis yang diukur mencakup indikator representasi verbal, visual, dan simbolik sedangkan self efficacy mencakup magnitude ,strength dan generality. Sebelum digunakan, kedua instrumen sudah melalui proses validasi dan reliabilitas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t dan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar menggunakan model Discovery Learning memiliki kemampuan matematis yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, dengan nilai rata-rata masing-masing sebesar 68,60 dan 50,87. Selain itu, self-efficacy siswa pada kelas eksperimen juga lebih baik daripada kelas kontrol, ditunjukkan oleh rata-rata skor sebesar 78,72 pada kelas eksperimen dan 72,58 pada kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis dan self efficacy siswa SMP. Pendekaran discocery learning dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis sekaligus meningkatkan self efficacy siswa.
References
Abdurrahman, M. (2020). Anak Berkesulitan Belajar: Teori, Diagnosis, dan Remediasinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. W.H. Freeman and Company.
Busnawir. (2023). Kestabilan Koefisien Reliabilitas Berdasarkan Model Pensekoran Dan Variasi Usia Responded:Kasus Pengukuran Skala Sika. Jawa Barat: CV. Adanu Abimata.
Dewi, B. A., Caswita, & Widyastuti. (2017). Pengaruh Guided Discovery Learning Terhadap Pemecahan Masalah Matematis dan Self-Efficacy Siswa. Jurnal Pendidikan MIPA, 18, 21. http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v18i2.pp13-25
Effendi. L. A. (2012). Pembelajaran Matematika dengan Metode Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13, 2.
Fajriah, N., Utami, C., & Mariyam, M. (2020). Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa pada Materi Statistika. Journal of Educational Review and Research, 3(1), 14. https://doi.org/10.26737/jerr.v3i1.2024
Fitriah, L. A., Wijayadi, A. W., Manasikana, O. A., & Hayati, N. (2019). Menanamkan Efikasi Diri dan Kestabilan Emosi. Jawa Timur: LPPM UNHASY Tebuireng Jombang.
Handajani, B. (2022). Model Discovery Learning dalam Pembelajaran Matematika di SMP. Indramayu: Penerbit Adab.
Hudojo, H. (2005). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Surabaya: UM Press
Hapsari, B. P., & Munandar, D. R. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Peserta Didik.
Hutagaol, K. (2013). Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama. Infinity Journal, 2(1), 85. https://doi.org/10.22460/infinity.v2i1.27
Kadir. (2015). Statistika Terapan: Konsep, Contoh dan Analisis Data dengan Program SPSS/Lisrel dalam Penelitian.
Lunenburg, F. C. (t.t.). Self-Efficacy in the Workplace: Implications for Motivation and Performance.
Misnasanti, M., & Jailani, J. (2020). Meningkatkan Self Efficacy Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT. Mandalika Mathematics and Educations Journal, 2(2), 110–121. https://doi.org/10.29303/jm.v2i2.1781
Andri, Wibowo, D. C., & Agia, Y. (2020). Analisis Kesulitan Belajar Matematika Kelas V SD Negero 25 Rajang Begantung II. J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika, 2(2), 231–241. https://doi.org/10.31932/j-pimat.v2i2.869
Muhibbin Syah. (t.t.). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Rosdakarya.
National Council of Teachers of Mathematics (Ed.). (2005). Principles and standards for school mathematics (4. print). National Council of Teachers of Mathematics.
Putri, D. R., Rudibyani, R. B., & Sofya, E. (t.t.). Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Efikasi Diri dan Penguasaan Konsep Siswa.
Diba, S. F., Bharata, H., & Widyastuti. (2018). Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika Unila,, 6, 236-247
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.