Pengembangan Media Mobile Learning Menggunakan Thunkable dengan Model Problem Based Learning pada Materi Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
DOI:
https://doi.org/10.64277/semnas.v3i1.335Keywords:
Mobile Learning, Thunkable, Problem Based Learning, Bunga Tunggal dan Bunga MajemukAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian hasil belajar matematika siswa di Indonesia berdasarkan data PISA 2022 dan nilai rata-rata TKA di DKI Jakarta. Hal ini dipicu oleh anggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang kaku dan sulit, sehingga diperlukan inovasi media pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media mobile learning menggunakan platform Thunkable dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada materi bunga tunggal dan bunga majemuk untuk siswa kelas XI SMA/MA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model MOAM (Metodologia para desarrollar Objetos de Aprendizaje Moviles) yang terdiri dari lima fase: analysis, design, development, assessment, dan publication. Subjek penelitian melibatkan 2 orang ahli media, 7 orang ahli materi, 5 praktisi lapangan (guru), serta 31 siswa kelas XI di salah satu SMA di Jakarta sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media mobile learning yang dikembangkan dikategorikan "Sangat Valid" dan layak digunakan. Skor validasi dari ahli media mencapai 90,0%, sedangkan dari ahli materi mencapai 94,19%. Pada tahap uji coba, praktisi lapangan memberikan respon positif. Respon siswa pada uji coba kelompok kecil memperoleh rata-rata 89,8% untuk aspek media dan 90% untuk aspek penyajian materi. Pada uji coba kelompok besar, rata-rata skor mencapai 90,33% untuk aspek media dan 91,2% untuk penyajian materi. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran "Matematika: Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk" layak digunakan sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar di kelas.
References
Dahri, N. (2022). Problem and Project Based Learning (PPjBL) Model pembelajaran abad 21. In CV. Muharika Rumah Ilmiah (Cet.1.., Vol. 1).
Indrawati, F. (2023). Matematika dalam Menghadapi Tantangan Abad Ke-21. Prosiding Diskusi Panel Nasional Pendidikan Matematika, 80.
Ismayani, A. (2018). Cara Mudah Membuat Aplikasi Pembelajaran Berbasis Android dengan Thunkable. PT Elex Media Komputindo.
Kemendikdasmen. (2025). Hasil Tes Kemampuan Akademik 2025.
Mahande, R. D. (2023). Mobile Learning: Konsep, Teori, dan Model pada Pendidikan Kejuruan (Cet.1.). Indonesia Emas Group.
OECD. (2023). PISA 2022 Results Factsheets Indonesia. OECD (Organisation for Economic Co-Operation and Development) Publication.
Peramudita, L., Hermita, N., & Alim, J. A. (2025). Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard Berbasis Digital Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bilangan dan Berhitung Pada Siswa Kelas I SD. Jendela Pendidikan, 5(3).
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. In Bandung:Alfabeta.
Suryani, N., Setiawan, A., & Putria, A. (2018). Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya. Cet.1. Remaja Rosdakarya.
Trisnani, N. (2022). Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar: Antara Kepercayaan Vs Realita. AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar, 6(1).
Wulandari, A. W. et. (2025). Analisis validitas dan praktikalitas e-lkpd berbsis wizer.me untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis. MathEdu (Mathematic Education Journal), 8(3).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.